Powered By Blogger

Kamis, 28 Juni 2018

Teknologi Smartphone Mengubah Kita

Latar Belakang

Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang.
Secara rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktu dengan smartphone-nya selama 5,5 jam sehari dan membuka 46 aplikasi dan alamat website.


Banyak orang Indonesia yang menggunakan Smartphone saat sedang berkumpul dengan kerabatnya. 



Banyak orang tua yang memperbolehkan anaknya menggunakan smartphone walau anaknya masih Balita. 

Oleh karena hal-hal tersebut, kami ingin menyadarkan kembali orang-orang yang sering menggunakan smartphonenya agar tidak menggunakan secara terus-menerus sehingga melupakan kerabatnya. 


Video Youtube






Penutup


Maka gunakan smartphone dengan sebaik mungkin dan sebijak mungkin. Jangan sampai terus-terusan menggunakannya hingga lupa ada kerabat disekeliling kita.

Sumber

https://www.kominfo.go.id/content/detail/6095/indonesia-raksasa-teknologi-digital-asia/0/sorotan_media

http://www.tribunnews.com/lifestyle/2016/02/26/rata-rata-orang-indonesia-habiskan-waktu-55-jam-main-hp-dari-bangun-hingga-beranjak-tidur

Kamis, 27 November 2014

Sistem Pengapian Konvensional Dan Bagian-bagiannya

Kali ini saya akan membahas bidang otomotif, yaitu sistem pengapian konvensional dan bagian-bagiannya. Semoga bermanfaat



Sistem Pengapian Konvensional Dan Bagian-bagiannya

Motor pembakaran dalam menghasilkan tenaga dengan jalan membakar capuran udara dan bahan bakar di dalam silinder. Pada motor bensin, loncatan bunga api pada busi diperlukan untuk menyalakan campuran udara dan bahan bakar yang telah di kompresikan oleh piston di dalam silinder. Sedangkan pada motor diesel udara dikompresikan dengan tekanan yang tinggi sehingga menjadi sangat panas, dan bila bahan bakar di injeksikan ke dalam silinder, maka akan terbakar secara serentak.

Karena pada motor bensin proses pembakaran di mulai oleh loncatan bunga api pada busi, maka diperlukan suatu sistem yang berfungsi menghasilkan loncatan bunga api pada busi, untuk beberapa metode diperlukan untuk menghasilkan arus tegangan tinggi yang diperlukan untuk proses pembakaran. Sistem pengapian (ignition sistem) pada automobile berfungsi untuk menaikkan tegangan baterai menjadi 10KV atau lebih dengan mempergunakan ignition coil dan kemudian oleh distributor di bagi bagi ke busi melalui kabel tegangan tinggi.

Sistem pengapian konvensional adalah salah satu sistem pengapian baterai pada motor bensin yang masih menggunakan platina untuk memutus hubungkan arus primer koil, yang nantinya bertujuan untuk menghasilkan induksi tegangan tinggi pada kumparan skunder yang akan disalurkan ke masing masing busi.

Sistem pengapian konvensional setidaknya bagian bagiannya sebagai berikut :

A. Baterai

Menyediakan arus listrik tegangan rendah (biasanya 12 volt) untuk ignation coil.

B. Ignition Coil

Menaikan tegangan yang di terima dari baterai menjadi tegangan tinggi yang diperlukan untuk pengapian di dalam silinder. Lebih spesifiknya ignition coil berfungsi untuk merubah arus listrik 12 volt yang diterima dari baterai menjadi tegangan tinggi (10 KV atau lebih) untuk menghasilkan loncatan bunga api yang kuat pada busi.

C. Distributor

Berfungsi membagikan (mendistribusikan) arus tegangan tinggi yang dihasilkan (dibangkitkan) oleh kumparan skunder pada ignation coil ke busi pada tiap-tiap selinder sesuai dengan firing order (urutan pengapian).


Bagian-bagian tersebut terdiri dari:
- Cam (nok)
Membuka Kontak point platina (breaker point) pada sudut crankshaft (poros engkol) yang tepat untuk masing masing silinder

- Breaker point (platina)
Berfungsi Memutuskan hubungkan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer (arus primer) dari ignation coil, yang bertujuan untuk menghasilkan induksi tegangan tinggi pada kumparan skunder ignition coil, yang diperlukan untuk pengapian di masing masing silinder.

 - Capasitor (condensor)
Menyerap lompatan bunga api yang terjadi antara breaker point (pada platina) pada saat membuka dengan tujuan menaikan tegangan coil skunder.

- Centrifugal Governor advancer
Berfungsi untuk memajukan saat pengapian sesuai dengan pertambahan putaran mesin. Bagian ini terdiri dari governor weight dan governor spring.

- Vacuum Advancer
Memajukan atau mengundurkan saat pengapian sesuai dengan beban mesin (vacuum Intake manifold) yang bertambah atau berkurang.

- Rotor
Membagikan arus listrik tegangan tinggi yang di hasilkan oleh ignation coil ke tiap-tiap busi.

- Distributor Cap
Berfungsi membagikan arus listrik tegangan tinggi yang telah dibangkitkan di kumparan skunder dari rotor ke kabel tegangan tinggi untuk masing- masing selinder sesuai dengan urutan pengapian.

D. Kabel tegangan tinggi


Mengalirkan arus listrik tegangan tinggi dari ignition coil ke busi. Kabel tegangan tinggi harus mampu mengalirkan arus listrik tegangan tinggi yang dihasilkan oleh ignition col ke busi busi melalui distributor tanpa adanya kebocoran. Oleh sebap itu penghantar (core) dibungkus dengan insulator karet yang tebal untuk menghindari adanya kebocoran arus listrik tegangan tinggi. Insulator karet tersebut, kemudian dilapisi oleh pembungkus (sheath).

 E. Busi


Berfungsi untuk mengeluarkan arus listrik tegangan tinggi menjadi loncatan bunga api melalui elektrodanya. Arul listrik tegangan tinggi dari distributor menimbulkan bunga api dengan temperatur tinggi di antara elektroda tengah dan massa dari busi untuk menyalakan campuran udara dan bahan bakar yang sebelumnya telah di kompresikan


Source: http://ki-tapunya.blogspot.com/2013/12/sistem-pengapian-konvensional-dan-bagian-bagiannya.html


Senin, 24 November 2014

Bidang Bidang Biologi

Kali ini saya akan membahas bidang biologi. Ternyata biologi itu terbagi kedalam berbagai macam bidang... Mau tahu? Berikut adalah bidang-bidang di dalam dunia biologi

1. Acarologi, ilmu yang mempelajari tentang acarina (tungau).

2. Agronomi, ilmu yang mempelajari tentang tanaman budidaya.

3. Algologi, ilmu yang mempelajari tentang alga.

4. Anatomi atau ilmu urai tubuh, ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian tubuh.

5. Anatomi Perbandingan, ilmu mengenai persamaan dan perbedaan anatomi dari makhluk hidup.

6. Anestesiologi, disiplin ilmu yang mempelajari penggunaan anestesi.

7. Apiari, ilmu yang mempelajari tentang lebah termasuk ternak lebah.

8. Arachnologi, ilmu yang mempelajari tentang laba-laba.

9. Artrologi, ilmu yang mempelajari tentang sendi (penyakit sendi).

10. Bakteriologi, ilmu yang mempelajari tentang bakteri.

11. Bioinformatika, ilmu yang mempelajari penerapan teknik komputasional untuk mengelola dan menganalisis informasi biologis.

12. Biologi Molekuler, kajian biologi pada tingkat molekul.

13. Biologi Reproduksi, cabang biologi yang mendalami tentang perkembangbiakan.

14. Biokimia, kajian biologi yang mempelajari kimia makhluk hidup.

15. Biofisika. cabang ilmu biologi yang mengkaji aplikasi aneka perangkat dan hukum fisika untuk menjelaskan aneka fenomena hayati atau biologi

16. Biogeografi, cabang dari biologi yang mempelajari tentang keaneka ragaman hayati berdasarkan ruang dan waktu

17. Biostatistika, (gabungan dari kata biologi dengan statistika; kadang-kadang dirujuk sebagai biometri atau biometrika) adalah penerapan ilmu statistika ke dalam ilmu biologi

18. Bioteknologi, cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.

19. Botani, Ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan

20. Bryologi, ilmu yang mempelajari tentang lumut

21. Dendrologi, ilmu yang mempelajari tentang pohon maupun tumbuhan berkayu lainnya, seperti liana dan semak

22. Dermatologi, ilmu yang mempelajari kulit dan penyakitnya

23. Ekologi, ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbale balik antara makhluk hidup dan lingkungannya

24. Epidemiologi, ilmu yang mempelajari tentang penularan penyakit

25. Embriologi, ilmu yang mempelajari tentang perkembangan embrio

26. Endokrinologi, ilmu yang mempelajari tentang hormone

27. Entomologi, Ilmu yang mempelajari tentang serangga

28. Etnobotani, ilmu yang mempelajari hubungan manusia dan tumbuhan

29. Etnozoologi, ilmu yang mempelajari hubungan manusia dan hewan

30. Etologi, cabang ilmu zoologi yang mempelajari perilaku atau tingkah laku hewan, mekanisme serta faktor-faktor penyebabnya

31. Eugenetika, ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat

32. Evolusi, ilmu yang mempelajari perubahan makhluk hidup dalam jangka panjang

33. Enzimologi, ilmu yang mempelajari tentang enzim

34. Farmakologi,ilmu yang mempelajari obat-obatan, interaksi dan efeknya terhadap tubuh manusia

35. Fikologi, Ilmu yang mempelajari tentang alga.

36. Filogeni, kajian mengenai hubungan di antara kelompok-kelompok organisme yang dikaitkan dengan proses evolusi yang dianggap mendasarinya

37. Fisiologi, Ilmu yang mempelajari tentang faal/fungsi kerja tubuh

38. Fisioterapi, Ilmu yang mempelajari tentang pengobatan terhadappenderita yang mengalami kelumpuhan atau gangguan otot

39. Fitopatologi, cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari penyakit tumbuhan akibat serangan patogen ataupun gangguan ketersediaan hara

40. Gastrologi, ilmu yang mempelajari tentang salurang pencernaan, terutama lambung dan usus

41. Genetika, ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat

42. Genetika kuantitatif, Cabang genetika yang membahas pewarisan sifat-sifat terukur (kuantitatif atau metrik), yang tidak bisa dijelaskan secara langsung melalui hukum pewarisan Mendel

43. Genetika molukuler, cabang genetika yang mengkaji bahan genetik dan ekspresi genetik di tingkat subselular (di dalam sel)

44. Genetika , cabang genetika yang membahas transmisi bahan genetik pada ranah populasi

45. Ginekologi, ilmu yang khusus mempelajari penyakit-penyakit sistem reproduksi wanita (rahim, vagina dan ovarium)

46. Genomika, ilmu yang mempelajari tentang bahan genetik dari suatu organisme atau virus

47. Harpetologi, ilmu yang mempelajari reptilia dan ampibia (ular dan kadal)

48. Hematologi, ilmu yang mempelajari darah, organ pembentuk darah dan penyakitnya

49. Histologi, ilmu yang mempelajari tentang jaringan

50. Higiene, ilmu yang mempelajari tentang kesehatan makhluk hidup

51. Ikhtiologi, Ilmu yang mempelajari tentang ikan

52. Imunologi, Ilmu yang mempelajari tentang sistem kekebalan (imun) tubuh

53. Kardiologi, ilmu yang mempelajari tentang jantung dan pembuluh darah

54. Karsinologi, ilmu yang mempelajari tentang crustacean

55. Limnologi, ilmu yang mempelajari tentang rawa

56. Malakologi, ilmu yang mempelajari tentang mollusk

57. Mamologi, ilmu yang mempelajari tentang mammalian

58. Metabolomika, kajian dalam biologi molekular yang memusatkan perhatian pada keseluruhan produk proses enzimatik yang terjadi di dalam sel

59. Mikobiologi, ilmu yang mempelajari tentang jamur

60. Mikrobiologi, ilmu yang mempelajari tentang organisme

61. Miologi, ilmu yang mempelajari tentang otot

62. Mirmekologi, ilmu yang mempelajari tentang rayap

63. Morfologi, ilmu yang mempelajari tentang bentuk atau ciri luar organism

64. Nematologi, ilmu yang mempelajari tentang nematode

65. Nefrologi, cabang medis internal yang mempelajari fungsi dan penyakit ginjal

66. Neurologi, Ilmu yang menangani penyimpangan pada sistem sara

67. Organologi, ilmu yang mempelajari tentang organ

68. Onkologi, ilmu yang mempelajari tentang kanker dan cara pencegahannya

69. Ontogeni, Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhluk hidup dari zigot menjadi dewasa

70. Ornitologi, ilmu yang mempelajari tentang burung

71. Osteologi, ilmu yang mempelajari tentang tulang

72. Oftalmologi, ilmu yang mempelajari tentang mata ( penyakit mata )

73. Palaentologi, Ilmu yang mempelajari tentang fosil

74. Paleobotani, ilmu yang mempelajari tumbuhan masa lampau

75. Paleozoologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan purba

76. Palinologi, ilmu yang mempelajari polinomorf yang ada saat ini dan fosilnya, diantaranya serbuk sari, sepura, dinoflagelata, kista, acritarchs, chitinozoa, dan scolecodont, bersama dengan partikel material organik dan kerogen yang terdapat pada sedimen dan batuan sedimen

77. Parasitologi, ilmu yang mempelajari tentang parasit

78. Patologi, ilmu yang mempelajari tentang penyakit

79. Patologi anatomi, ilmu yang mempelajari kelainan struktur mikroskopik dan makroskopik berbagai organ dan jaringan yang disebabkan penyakit atau proses lainnya

80. Patologi Klinik, ilmu yang mempelajari kelainan yang terjadi pada berbagai fungsi organ atau sistem organ

81. Pediatri, ilmu yang mempelajari masalah penyakit pada bayi dan anak

82. Philogeni, Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhlukhidup

83. Primatologi, ilmu yang mempelajari tentang primate

84. Proteomika, kajian secara molekular terhadap keseluruhan protein yang dihasilkan dari ekspresi gen di dalam sel.

85. Protozoologi, ilmu yang mempelajari tentang protozoa

86. Psikiatri, ilmu kedokteran jiwa

87. Pteridologi, ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan pak

88. Pulmonologi, ilmu yang mempelajari tentang paru-par

89. Radiologi, ilmu untuk melihat bagian dalam tubuh manusia menggunakan pancaran atau radiasi geombang, baik gelombang elektromagnetik maupun gelombang mekanik

90. Reumatologi, ilmu yang ditujukan untuk diagnosis dan terapi kondisi dan penyakit yang mempengaruhi sendi, otot, dan tulang

91. Rekayasa Genetika, ilmu yang mempelajari tentang manipulasi sifat genetis

92. Rodentiologi, ilmu yang mempelajari tentang rodentia

93. Sitologi, ilmu yang mempelajari tentang sel

94. Sanitasi, ilmu yang mempelajari tentang lingkungan

95. Taksonomi, ilmu yang mempelajari tentang sistematika makhluk hidup

96. Teknik Biokimia, cabang ilmu dari teknik kimia yang berhubungan dengan perancangan dan konstruksi proses produksi yang melibatkan agen biologi

97. Teratologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perubahan formasi dari sel, jaringan, dan organ yang dihasilkan dari perubahan fisiologi dan biokimia.

98. Toksikologi adalah pemahaman mengenai pengaruh-pengaruh bahan kimia yang merugikan bagi organisme hidup.

99. Transkriptomika, bagian dari biologi molekular yang mengkaji tentang produk transkripsi secara keseluruhan (transkriptom)

100. Urologi, cabang ilmu kedokteran yang mencakup ginjal dan saluran kemih pada pria dan wan ita baik dewasa dan anak serta organ reproduksi pada pria

101. Virologi, ilmu yang mempelajari tentang virus

102. Zoologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan

Sejarah Romawi

Kali ini saya membahas sejarah romawi. Alasan dibuatnya artikel ini adalah dikarenakan tugas saya saat kelas SMA dulu. Supaya gak ribet cari lagi, ini ringkasannya sudah saya berikan.

SEJARAH ROMAWI

                Bangsa romawi adalah bangsa besar yang pernah menguasai wilayah-wilayah di sekitar laut tengah.

a. Keadaan Alam

                Kerajaan romawi berintikan di daerah italia, dan sekarang dengan roma sebagai ibukotanya. Kerajaan inti tersebut terletak di semenanjung apenena. Tanahnya subur karena gunung merapi seperti Vesuvius, Stromboli, dan Etna. Disana juga terdapat sungai-sungai besar, seperti sungau Tiber dan sungai Po. Semenanjung Apenina terletak di kawasan laut tengah, sehingga strategis untuk kegiatan pertahanan dan perlayaran.

b. Penduduk

                Bangsa romawi merupakan penduduk utama, mereka termasuk bangsa Indo-Jerman yang masuk semenanjung Apenina aria rah utara pada tahun 1000 SM. Sedangkan di bagian selatan smenanjung tersebut, banyak ditemukan kolonis yang berasal dari Phunesia dan Yunani. Kedu bangsa terakhir juga ditemukan bangsa kulit putih seperti bangsa Romawi. Dan akibat percampuran bangsa-bangsa tersebut itulah yang kemudian menjadi warga romawi.

                Pada waktu itu, bangsa Romawi harus menghadapi bangsa Phunesia yang merajai perdagangan di laut tengah. Pusat perdagangan terpenting adalah Kartago, di pantai utara Afrika.

c. Sumber Sejarah

                Sumber sejarah bangsa romawi adalah legenda dan kitab karya Vergelius, yang berjudul Aeneas. Aeneas adalah anak dari Anchises dan Dewi Venus, ia berhasil melarikan diri dari kota Troya menuju Kartago. Setelah sampai di Kartago, ia bertemu dengan Ratu Dido, kemudian dinikahinya. Dewa Jupiter yang mengetahui perkawinan Aeneas dengan Ratu Dido, dan menjadi marah. Aeneas kemudian meninggalkan Kartago menuju Italia.

                Didaerah baru itu, Aeneas berhasil memperistri Lavinia, Putri dari Raja Latius. Dari perkawinan itu, lahirlah Ascanicus dan kemudian mendirikan Alba Longa. Ascanicus mempunyai, anak kembar yang bernama Romulus dan Remus. Kemudian Romulus dan Remus dihanyutkan oleh Ibunya karena takut dibunuh pamannya yang menjadi raja di negeri itu. Kedua anak itu diselamatkan oleh seeokor serigala dan kemudian jatuh ditangan pengembala, dan kemudin dijadikan anak angkat. Setelah mereka dewasa, mereka mulai menjadi petani dan mengerjakan ladang. Suatu saat Romulus membunuh saudara kembarnya karena menganggap melanggar batas daerah pertaniannya.

                Berkat dukungan rakyat, Romulus berhasil membunuh pamannya yang menjadi raja di daerah itu, dan kemudian, Romulus diangkat menjadi raja. Setelah berkuasa ia kemudian mendirikan sebuah kota di lading pertaniannya, dan diberi nama Roma. Legenda itu miripdengan legenda Nabi Musa di Mesir dan berhasilnya bangsa Israel menguasai tanah Kanaan. Karya Vergelius, itu ditulis atas perintah kaisar Agustus. Tujuannya agar bangsa Romawi memiliki kembali rasa keagamaan, kekuatan, ketabahan hati, dan kesabaran seperti nenek moyangnya.    

Berdasarkan legenda, dan syair tersebut tersirat, adanya kebenaran sejarah, yaitu adanya koloni bangsa Yunani di daerah Italia selatan. Mereka bercampur dengan penduduk asli yabg melahirkan bangsa Romawi.

sumber: google.com